Peringatan Dini Kekeringan di Daerah Istimewa Yogyakarta

by
Kekeringan

greenhill-ciwidey.co.id – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengeluarkan peringatan dini terkait potensi kekeringan di Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) pada pertengahan hingga akhir Mei 2024. Kepala Stasiun Klimatologi BMKG DIY, Reni Kraningtyas, mengungkapkan bahwa kekeringan ini dipicu oleh datangnya musim kemarau.

” Baca Juga: Minat WNA terhadap Properti di Indonesia Meningkat Pesat “

Reni menjelaskan bahwa puncak musim kemarau di DIY diprediksi akan terjadi pada bulan Juli 2024. Meskipun demikian, potensi kekeringan di DIY tidak terlalu dipengaruhi oleh fenomena El Nino. Karena fenomena tersebut telah meluruh ke kondisi netral atau normal pada Mei 2024. El Nino adalah fenomena pemanasan suhu permukaan laut di Samudra Pasifik bagian tengah hingga timur yang menyebabkan kondisi kering dan berkurangnya curah hujan di Indonesia. “Namun, dampak dari masuknya musim kemarau yang kita rasakan sudah semakin menuju kering,” kata Reni

Wilayah DIY yang Berpotensi Alami Kekeringan

Reni menjelaskan bahwa beberapa wilayah DIY akan mengalami hari tanpa hujan berturut-turut pada Mei 2024 berdasarkan hasil monitoring BMKG pada Jumat (10/5/2024). Hari tanpa hujan didefinisikan sebagai hari dengan curah hujan kurang dari 1 milimeter per hari. Dari hasil monitoring tersebut, beberapa wilayah di DIY diperkirakan akan mengalami hari tanpa hujan dengan durasi yang bervariasi, antara 1-5 hari, 6-10 hari, dan 11-20 hari. Wilayah yang berpotensi mengalami kekeringan adalah daerah yang mengalami hari tanpa hujan selama 11-20 hari atau lebih.

Berikut adalah wilayah DIY yang berpotensi mengalami kekeringan pada Mei 2024:

  • Kabupaten Kulon Progo: Kokap, Panjatan, Galur, Wates, Temon, Sentolo, Pengasih.
  • Kabupaten Bantul: Kretek, Sanden, Pundong, Imogiri, Srandakan, Jetis, Bantul, Pleret, Blambanglipuro, Kasihan, Dlingo, Banguntapan, Pandak, Pleret, Sewon, Pajangan.
  • Kabupaten Gunungkidul: Playen, Purwosari, Paliyan, Nglipar, Girisubo, Ngawen, Panggang, Tanjungsari, Tepus, Gedangsari, Semin, Ponjong, Semanu, Patuk, Karangmojo.
  • Kota Yogyakarta: Umbulharjo.
  • Kabupaten Sleman: Prambanan, Depok, Gamping, Pakem, Cangkringan, Berbah, Turi, Sleman, Ngaglik, Ngemplak, Mlati.
Baca Juga :   Penetapan Pegi Setiawan sebagai Tersangka Pembunuhan Vina

Imbauan BMKG untuk Masyarakat

Terkait dengan potensi kekeringan di DIY pada Mei 2024, Reni meminta masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan karena kekeringan dapat memicu kebakaran hutan dan lahan (karhutla). Selain itu, kekeringan juga bisa menyebabkan kekurangan air bersih dan dehidrasi.

” Baca Juga: Gonjang-Ganjing Rumah Tangga Jennifer Lopez dan Ben Affleck “

Reni juga mengimbau para petani untuk menyesuaikan pola tanam mereka sesuai dengan kondisi cuaca yang diprediksi. Namun, ia juga mengingatkan bahwa pada bulan Agustus 2024, tanda-tanda La Nina diperkirakan akan muncul dan mempengaruhi iklim di DIY. Oleh karena itu, masyarakat perlu siap dan waspada terhadap perubahan iklim yang akan datang.

No More Posts Available.

No more pages to load.