Polisi Ultimatum Jambret Viral di CFD Jakarta

by
CFD

greenhill-ciwidey.co.id – Kasus penjambretan yang terjadi saat car free day (CFD) di Jakarta Pusat telah mencuri perhatian publik. Kejadian ini tidak hanya memicu kekhawatiran masyarakat, tetapi juga menyoroti upaya kepolisian dalam menangani tindak kejahatan yang terjadi di ruang publik. Artikel ini akan membahas perkembangan terbaru mengenai upaya polisi dalam menangkap pelaku penjambretan, latar belakang korban, serta bagaimana wajah pelaku berhasil diabadikan oleh fotografer yang berada di tempat kejadian.

” Baca Juga: F-22 Raptor AS Mendarat di Indonesia: Sejarah dan Dampaknya “

Upaya Polisi dalam Menangkap Pelaku

Kepolisian Jakarta Pusat terus bekerja keras untuk memburu dua pelaku penjambretan yang berhasil mencuri ponsel milik seorang pelari saat CFD di Jalan Jenderal Sudirman. Kedua pelaku tersebut kini menjadi target utama pihak berwenang, yang telah memberikan ultimatum agar mereka segera menyerahkan diri. Kapolsek Tanah Abang, AKBP Aditya Simanggara, mengimbau agar masyarakat atau keluarga yang mengenali pelaku untuk segera melaporkan kepada polisi terdekat. Tim buser juga aktif di lapangan dalam upaya menangkap pelaku.

Menurut Aditya, pihak kepolisian sedang melacak pelat nomor kendaraan dan wajah pelaku yang sempat tertangkap kamera oleh seorang fotografer. Aditya menegaskan bahwa kepolisian berkomitmen penuh untuk menangkap pelaku dan menyelesaikan kasus ini dengan segera. Proses pelacakan ini dilakukan dengan cermat, baik melalui identifikasi wajah pelaku yang difoto maupun dari nomor pelat kendaraan yang mereka gunakan.

Korban Penjambretan: Pelajar 14 Tahun

Korban dalam insiden ini adalah seorang anak laki-laki berusia 14 tahun yang masih berstatus sebagai pelajar. IN yang merupakan korban , sedang berpartisipasi dalam CFD bersama orang tuanya ketika ponsel miliknya, sebuah Vivo hitam, dijambret oleh dua pelaku. Setelah kejadian tersebut, korban dan orang tuanya langsung membuat laporan ke Polsek Tanah Abang. Kasus ini menambah kekhawatiran terkait keamanan di ruang publik, terutama bagi anak-anak yang menjadi target kejahatan.

Baca Juga :   Pembacokan Pelajar di Bogor Akibat Dendam Tongkrongan

Wajah Pelaku Tertangkap Kamera

Kejadian ini menjadi perhatian publik setelah wajah pelaku berhasil tertangkap kamera oleh seorang fotografer bernama Roni Asnan. Asnan, yang memiliki akun Instagram @asnanfoto, sedang memotret warga yang berolahraga di sekitar lokasi kejadian. Ia menyaksikan langsung insiden penjambretan tersebut dan dengan sigap mengabadikan wajah pelaku serta kendaraan yang mereka gunakan.

Menurut Asnan, kejadian ini terjadi sekitar pukul 06.15 pagi, saat ia melihat banyak pelari yang berteriak “copet-copet” di depan Hotel Meridian. Mendengar teriakan tersebut, Asnan segera memberitahu petugas Satpol PP yang ada di lokasi dan langsung memotret pelaku. Meskipun para petugas dan pelari sempat mengejar. Para pelaku berhasil melarikan diri dengan sepeda motor matik berwarna hitam yang memiliki nomor polisi B-3983-PFB.

Pada foto yang diambil oleh Asnan, terlihat jelas wajah salah satu pelaku yang mengenakan jaket hijau. Sementara pelaku lainnya hanya terlihat sebagian karena mengenakan masker. Para pelaku bahkan tampak meledek orang-orang yang berusaha mengejar mereka dengan menunjukkan pose cengegesan dan mengangkat tangan. Gambar ini kemudian tersebar luas di media sosial. Memicu reaksi keras dari masyarakat yang marah atas tindakan tak bertanggung jawab tersebut.

Tindak Lanjut dan Harapan Kepolisian

Kepolisian berharap dengan adanya bukti visual yang kuat dari foto-foto yang diambil Asnan, mereka dapat segera mengidentifikasi dan menangkap pelaku. Insiden ini tidak hanya menyoroti pentingnya kewaspadaan dalam menjaga keamanan diri di tempat umum. Tetapi juga menekankan peran penting masyarakat dalam membantu penegakan hukum. Dengan kerja sama yang baik antara masyarakat dan kepolisian, diharapkan kasus-kasus serupa dapat dicegah di masa mendatang.

” Baca Juga: Modus Baru Judi Online Menggunakan Deposit Pulsa “

Penutupan

Kejadian penjambretan saat CFD ini menjadi pengingat penting akan pentingnya keamanan di ruang publik dan tanggung jawab semua pihak untuk menjaga keselamatan bersama. Langkah cepat kepolisian dalam menanggapi kasus ini dan peran aktif masyarakat dalam memberikan informasi menunjukkan bahwa kerja sama yang baik dapat membantu menangani tindak kejahatan dengan lebih efektif. Dengan terus meningkatkan kewaspadaan dan memperkuat kerja sama. Diharapkan kejadian serupa dapat dihindari dan ruang publik dapat menjadi tempat yang aman bagi semua orang.

Baca Juga :   Proyek Pembangunan LRT Jakarta Fase 1B Terus Berlanjut

No More Posts Available.

No more pages to load.